Keseriusan tim kampanye SBY-Boediono menggarap isu pilpres satu putaran ternyata tidak main main. Setelah sebelumnya hanya dilontarkan lewat kampanye terbatas serta dialog di media, sekarang sudah ditampilkan lewat iklan dan spanduk di daerah-daerah.
Selain itu, tim kampanye SBY juga gencar menampilkan beberapa hasil survei lembaga riset yang menampilkan posisi SBY-Boediono di tempat teratas serta diatas 50 persen. Tetapi yang perlu diingat adalah syarat terjadinya pilpres satu putaran tidak hanya harus mencapai minimal 50 persen suara, tetapi ada syarat yang kedua, yaitu di tiap daerah harus minimal 20 persen suara. Artinya jika saja hasil survei itu benar, maka harus dilihat lagi sebaran di tiap daerah, apakah memenuhi atau tidak. Saya kira syarat yang kedua ini yang sulit dicapai. Kita tahu bahwa mayoritas pemilih di tiap daerah berbeda beda, sehingga akan sulit mencapai syarat ini.
Wacana pilpres satu putaran digulirkan dengan alasan untuk penghematan anggaran. Namun yang perlu diingat adalah apapun hasilnya nanti tergantung dari rakyat yang memilih. Entah itu satu putaran ataupun dua putaran, kalau memang SBY yang banyak dipilih rakyat, pasti dia yang jadi. Justru pelontaran isu pilpres satu putaran, bisa jadi merupakan bentuk kekhawatiran kubu SBY, jika terjadi dua putaran maka dia yang akan tersingkir.
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)


0 komentar:
Poskan Komentar
Ayo... Kirimkan Opinimu !!!
Caranya :
1. Tulis opini pada kolom komentar
2. Pilih 'name/url' pada pilihan "beri komentar sebagai".
3. Isi nama dan url (alamat blog/situs pribadi atau kosongkan).
4. Klik "lanjutkan"
5. Klik "poskan komentar"