Kalau anda penggemar berita gossip, pasti sudah dengar tentang kasus pemukulan Pasha Ungu terhadap mantan istrinya Oki baru-baru ini. Oki melaporkan mantan suaminya atas tindak penganiayaan ringan dan perbuatan tidak menyenangkan.
Menurut pengakuan Oki, Pasha memukul Oki lantaran Pasha tidak sutuju dengan rencana Oki yang ingin liburan ke Pangandaran. Tetapi alas an itu bisa jadi bukan alaan utama. Seperti kita ketahui bahwa selepas bercerai dengan Pasha, Oki berubah menjadi sosok wanita yang menawan dan sempat dekat dengan beberapa pria. Hal itu mungkin yang membuat Pasha cemburu.
Terlepas dari apakah benar alas an-alasan diatas, nampaknya kita harus melihat realita yang terjadi, bahwa mereka berdua bkanlah pasangan suami-istri lagi, sehingga keduanya sama-sama tidak berhak mengatur kehidupan masing-masing. Kalau kita lihat dari track record keduanya pula, nampaknya memang telah terjadi penganiayaan ringan. Belum hilang diingatan kita bahwa pasha sempat memukul vokalis Band Marvel lantaran dia cemburu dengan Oki. Hal itu juga diperkuat dari hasil visum dokter yang menyatakan ada beberapa luka di wajah oki. Dari beberapa hal diatas nampaknya memang dibalik sosok Pasha yang lemah lembut diatas panggung, menyimpan sosok lain yang pemarah dan mudah tersingung. Wallohua’lam.
01 Agustus 2009
Kasus Pasha Pukul Mantan Istri
Label: Gosip seleb20 Juli 2009
Apakah Anda Pecandu Internet ?
Label: InternetMenarik sekali mengikuti lirik lagu dari sebuah grup vocal Saykoji yang berjudul online. Apakah andda juga sering kecanduan ber-online ria di internet ?
Semakin lama, dunia internet semakin berkembang. Kalau dulu orang berhubungan dengan internet untuk tujuan mencari informasi, tetapi sekarang lebih banyak yang ditawarkan di internet, termasuk masalah hiburan. Anda tetap dapat berkomunikasi lewat internat dengan media chatting, serta bersosialisasi lewat media social networking seperti Facebook, Friendster, twitter, Myspace dan lainnya.
Yang perlu diperhatikan disini adalah fungsi dari internet itu sendiri serta tingkat kebutuhan kita. Kalau memang internet dapat kita gunakan dalam rangka mendukung studi kita, maka tidak jadi soal. Tetapi kalau internet hanya sebatas menghabiskan aktu kita atau bahkan untuk tujuan negatif, sepertinya kita perlu evaluasi diri kita akan penggunaan internet di kehidupan kita. Tetaplah memiliki control pribadi, agar tidak terjebak dalam sebuah kegiatan yang sia sia. Yup… Happy Surfing
15 Juli 2009
Menyimak Arah Koalisi Golkar
Label: Pemilu 2009Kekalahan Pasangan Jk-Wiranto dalam Pilpres 2009 merupakan pukulan telak bagi partai Golkar. Usai keluarnya hasil Pilpres yang telah dirilis sejumlah lembaga survai, Golkar langung merapatkan barisan, untuk kemudian membuat kebijakan terbaru mengenai sikap politik partai tersebut. Sikap yang sering diperdebatkan adalah tentang apakah Golkar akan tetap beroposisi bersama PDIP, Hanura dan Gerindra ataukah justru sebaliknya, akn ikut bergabung dengan Partai Penguasa.
Banyak hal yang perlu dicermati dari sikap pokitik Golkar ini. Dari intern Golkar sendiri memang ada beberapa pihak yang menginginkan kembali merapat ke Demokrat sebagai partai penguasa. Kalangan pendukung ini kebanyakan berasal darim tokoh Golkar yang dalam lima tahun belakangan menjadi pejabat public. Msalahnya apakah keinginan ini juga akan disetujui oleh tokoh lainnya. Memang dalam sejarah Golkar, Golkar tidak memiliki track record sebagai oposisi. Hal itu juga yang menjadi salah satu pertimbangan Partai Golkar.
Dari sisi Demokrat dan koalisinya, apakah gagasan untuk menarik Partai Golkar untuk ikut bergabung, akan mmberi pengaruh positif bagi koalisi Demokrat serta bagi kehidupan politik nasional ? Belum diputuskan saja sudah ada partai koalisi yang menyatakan menolak, bagaimana kedepannya, apakah dapat bekerja sama ?
Di dalam kehidupan politik di Indonesia, memang kehidupan demokrasinya tidak sebagis di Negara-negara maju yang jauh lebih mapan. Namun perlu satu sikap politik yang realistis yang harus ditunjukkan oleh Partai Golkar. Mengapa harus realistis ? Pertama kita cermati sejarah ketika JK mengambil keputusan untuk maju sebagai Capres. Secara tidak langsung, JK dan Golkar merasakan ketidakpuasan terhadap kinerja pemerintahan saat itu. Maka dia mengambil sikap untuk memperbaiki serta melanjutkan apa yang telah dilakukan SBY selaku Presiden kala itu. Kalau kemudian setelah kalah dalam Pilpres, kemuian Golkar ingin kembali bergabung dengan penguasa, apakah tidak malah menjadi lucu ? Apakah nanti tidak akan menuai kecaman karena tidak konsisten dengan keputusannya ?
Kalau kita cermati lebih jauh tentang komposisi kursi di parlemen, apabila Golkar bergabung dengan penguasa, bukankah akan semakin “Gemuk” jumlah kursi di Parlemen. Kalau seperti ini apakah kemudian bagus bagi kehidupan demokrasi kita ?
Kejutan Pilpres 2009, JK-Wiranto Paling Buncit
Pemilu Legislatif serta Pemilu Presiden telah selesai dilaksanakan. Banyak kejutan yang telah mewarnai kehidupan politik kita. Salah satu kejutan yang terjadi yaitu perolehan sementara Quick Count sejumlah lembaga survai yang menempatkan pasangan Jusuf Kalla-Wiranto di urutan paling buncit bahkan dengan perolehan suara yang jauh melebihi perkiraaan orang. Bagaimana tidak, berdasarkan penghitungan quick count terseut, Pasangan ini hanya memperoleh suara sekitar 9 %. Padahal kita tahu bahwa Pasangan Jusuf Kalla didukung oleh dua partai besar yaitu Golkar dan Hanura, yang dalam pemilu Legislatif jika digabungkan memperoleh 20 % lebih. Lalu kenapa dalam pilpres Cuma mendapatkan 9 % suara. Perlu diingat bahwa hasil ini masih merupakan hasil perhitungan lembaga survai. Sedangkan dari KPU belum diumumkan.
Banyak yang terkejut dengan hasil seperti ini. Sejumlah kalangan menduga ada penggembosan suara di dalam tubuh partai berlambang Pohon Beringin ini. Kita tahu bahwa Golkar merupakan satu-satunya partai yang memiliki banyak tokoh potensial dan semuanya memiliki pengaruh. Permasalahan inilah yang menyebabkan partai golkar tidak bulat dari tingkat elit sampai tingkat bawah.
Terlepas dari rumor yang beradar, apakah ini kemudian menjadi pertanda bahwa era baru akan muncul ? kita tahu bahwa Golkar merupakan salah satu pilar kuat orde baru. Sehingga dengan runtuhnya dominasi Golkar dalam pemilu akan membawa perubahan besar bagi perpolitikan negeri ini.

